Sabtu, 11 Februari 2012

tanda pria ngucapin cint

Pada dasarnya, cinta memang bukan sekedar kata-kata. Cinta bisa diekspresikan dengan berbagai cara. Namun, sayangnya tak semua wanita mengenali cara-cara pria dalam mengungkapkan cinta sehingga akhirnya mereka pun jadi salah mengerti.

Jika pria telah mengatakan I Love U, tentu wanita tidak perlu bingung dan penasaran dengan perasaan pria terhadapnya. Namun, untuk menyatakan I Love U, pria pun butuh keberanian.

Tapi ada beberapa cara untuk mengetahui kalau Pria cinta pada Anda, meskipun bukan melalui kata-kata:

Memberikan hadiah spesial

Cinta tidak selalu harus dikatakan secara verbal. Tapi cinta juga bisa diungkapkan lewat tindakan. Misalnya saja dengan memberi hadiah. Hadiah itu sendiri tak selalu dalam bentuk fisik seperti permen, bunga atau yang lainnya. Ada jenis hadiah lain yang kerap diberikan pria pada pasangannya namun seringkali tidak disadari oleh si wanita. Misalnya saja, waktu yang diberikan oleh pria untuk menemani kekasihnya.

Lewat ungkapan fisik


Ungkapan cinta juga bisa ditunjukkan secara fisik. Misalnya dengan mengggandeng tangan Anda sewaktu jalan berdua, menatap mata Anda dalam-dalam atau membelai rambut Anda dengan lembut. Kontak fisik semacam ini mampu memberikan kedekatan perasaan yang tidak dapat diperoleh dengan mudah melalui cara lainnya.

Berkompromi

Demi Anda, ia rela membuang barang-barang dari apartemennya. Bahkan mengurangi hobi mengoleksinya karena Anda tak begitu suka. Dia pun senang hati mengantar Anda berbelanja pakaian, atau mengurangi jadwal bermain poker bersama teman-temannya hanya demi bersama Anda.

Mengenalkan Anda pada orang-orang terdekat

Jika pasangan Anda sudah mengenalkan Anda pada orang-orang terdekatnya, seperti keluarga dan teman karib, maka itu pertanda kalau dia memiliki perasaan yang dalam dengan Anda.

Nah, dia cinta Anda kan?

Rabu, 21 September 2011

SINYAL WANITA JIKA INGIN DI CIUM

Sinyal Wanita Jika Ingin Dicium


Anda memang mencintainya. Tak heran bila saat berkencan dengannya, Anda ingin sekali mendaratkan ciuman.

Namun Anda masih bingung, apakah itu waktu yang tepat memberikan ciuman kasih sayang. Padahal kenyataannya, wanita suka dicium tapi berusaha bersikap tenang karena ragu-ragu dan menunggu inisiatif pria.
Agar tidak semakin penasaran, berikut sinyal-sinyal wanita ingin dicium pria, seperti dilansir Kissingknowhow.

Sentuhan lembut
Awali dengan Anda menyentuh tangan dan lengannya. Lihatlah reaksinya. Jika dia merasa nyaman, ini waktunya Anda mendaratkan ciuman ke pipi atau bibirnya.

Puji kecantikannya
Anda bisa melancarkan pendekatan yang mengesankan dengan memuji kecantikannya, terutama wajah dan rambut. Anda bahkan dapat membelai rambutnya sambil mengucapkan kata-kata manis dan lihatlah reaksinya. Jika dia menyukai pendekatan ini dan kedua pipinya terlihat memerah, itu artinya dia siap dicium.

Tanyakan langsung kepadanya
Ini adalah cara yang tepat untuk bertanya langsung, apakah dia ingin dicium atau tidak. Jika dia tetap diam, Anda tampaknya beruntung. Ingatlah bahwa wanita itu suka dicium.

Selasa, 25 Januari 2011

mirza ghulam ahmad

dia mengaku sebagai nabi...
ini semua adalah palsu..!!!!


Dalam menyampaikan ajarannya, Ahmadiyah sering menutupi ajaran mereka yang sebenarnya dan cenderung mengumbar kepercayaan layaknya kaum Muslim lainnya, seperti percaya bahwa Nabi Muhammad adalah nabi akhir, dan berpedoman hidup pada Al Quran. Namun, Ahmadiyah sungguh berbeda dan bertolak belakang dengan Islam serta kehadirannya telah melecehkan ajaran Islam dan Al Quran. Lalu siapa sebenarnya Ahmadiyah itu?




Ahmadiyah dididirikan oleh seorang berdarah India yang bernama Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) pada tahun 1889 di desa kecil Qadian, Punjab, India (sekarag Pakistan). Akhir tahun 1890, ia mempublikasikan dirinya sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau’ud (Al Masih) yang dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad mengakui dirinya sebagai nabi dan rasul setelah Nabi Muhammad.

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menyatakan bahwa ia adalah Al Masih dalam wujud lain. Namun, sayangnya ciri-ciri Nabi Isa sedikit pun tidak berpihak padanya, pertama dia bukan orang Arab melainkan India, kedua sebagaimana janji Allah dalam Al Quran bahwa semua manusia akan beriman saat Nabi Isa turun dan sebagian berpaling saat ia wafat, sama sekali tidak sama dengan kisah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, serta banyak lagi pertentangan-pertentangan tentang Isa yang ditafsirkannya. Kuatnya keinginannya menjadi sosok Al Masih serta dihubung-hubungkan Islam dengan penafsirannya yang keliru tentang Isa (Al Masih) telah melencengkan Islam ke arah Kristiani. Mirza Ghulam menganggap Nabi Isa telah wafat tersalib. Menurut klaimnya, makam Nabi Isa ditemukan di desa Mohalla Khan Yar, Srinagar, Kashmir. Pernyataan tersebut berdekatan dengan faham umat Kristen yang menganggap Nabi Isa disalib. Pendapat ini tentu berseberangan dengan Al Quran yang mengatakan Nabi Isa masih hidup dan tidak pernah disalib.

Selain menggambarkan dirinya sebagai Nabi Isa (Al Masih) yang menurut firman Allah akan turun ke bumi menjelang akhir zaman, ia juga menganggap nama Muhammad dalam Al Quran ditujukan padanya yaitu Ahmad (Muhammad). Dalam buku Memperbaiki Kesalahan (Eik Ghalthi Ka Izalah), karya Mirza Ghulam Ahmad, yang dialihbahasakan oleh H.S. Yahya Ponto, (terbitan Jamaah Ahmadiyah Cab. Bandung, tahun 1993). Di buku tersebut dituliskan “dan 20 tahun yang lalu, sebagai tersebut dalam kitab Barahin Ahmadiyah Allah Taala sudah memberikan nama Muhammad dan Ahmad kepadaku, dan menyatakan aku wujud beliau juga,” (Hal. 16-17). Muhammad (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad) inilah yang diakui umat Ahmadiyah sebagai rasul untuk menutupi keimanan mereka terhadap Imam Mahdi itu, sehingga penyimpangan terhadap Islam tidak terciumi umat Muhammad. Hal itu dibuktikan dari tulisan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dalam buku yang sama yaitu, "Dalam wahyu ini Allah SWT menyebutku Muhammad dan Rasul…(hal. 5).

Dalam hidupnya sebelum menjadi nabi palsu, ia sering bertemu dengan individual Kristiani, Hindu, ataupun Sikh dalam perdebatan publik. Ia dianggap sebagai sosok yang toleran terhadap segala agama sehingga lingkungan keagamaan tertarik padanya. Tak heran ia memiliki banyak nama yang ditujukan untuk tiap agama, seperti Al Masih untuk umat Kristiani, Imam Mahdi bagi umat Islam, dan Krisha bagi umat Hindu. Kehadiran Hazrat Mirza Ghulam Ahmad mengemban misi menyatukan agama di bawah satu payung ajaran yang dibawanya. Pengikut Imam Mahdi itu menyatakan bahwa Ahmadiyah merupakan suatu aliran baru dalam Islam. Ajaran yang dibawa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad itu bertumpu pada Al Quran dan meniru praktik syariah yang dibawa Nabi Muhammad, tetapi sebaliknya dalam kitab suci ”Tadzkirah” jelas tertulis bahwa ”Ahmadiyah bukan suatu aliran dalam Islam, tetapi merupakan suatu agama yang harus dimenangkan terhadap semua agama-agama lainnya termasuk agama Islam

Senin, 24 Januari 2011

cara memanggil kuntilanak

cara memanggil kuntilanak..:
1.    melatunkan sebuah tembang Jawa.
2.     pergi ke tempat yg sepi
3.    sendirian


dijamin.....!!!!
Cara memanggil kuntilanak hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan “lebih” dari pada orang kebanyakan. Kemampuan ini belum bisa dipastikan bagaimana cara memperolehnya karena ada beberapa mitos yang mengatakan bahwa ini kemampuan yang diperoleh dari nenek moyang atau keturunan, ada pula yang mengatakan itu factor kebetulan atau dialah orang yang terpilih tanpa sebab apapun.

Apabila tembang jawa pemanggil kuntilanak ini dinyanyikan, akan membuat si korban menjadi mimisan, setelah itu si”penembang” akan memuntahkan belatung (sejenis ulat yang memakan mayat atau organ yang sudah busuk), dan si korban menjadi mimisan setelah itu akhirnya si korban akan mati mengenaskan dengan kepala terpelintir. Konon ritual yang sama akan terjadi bila tembang jawa ini dinyanyikan, nyanyi - mimisan - belatung - mati mengenaskan.

Bersahabat dengan mahluk halus atau disini dengan kuntilanak, mengacu pada seseorang yang mengikat tali persahabatan dengan mahluk halus atau kuntilanak. Dalam hal ini tujuan memelihara kuntilanak adalah untuk memperoleh sesuatu entah itu membalas dendam, memperoleh pesugian yang erat kaitannya dengan cara”memperlancar” usaha atau bisnis yang sedang dijalani.

Persahabatan dengan mahluk halus ini juga dikenali sebagai saka Mereka yang bersahabat dengan mahluk halus ini perlu mematuhi beberapa syarat seperti ada yang meminta persembahan makanan, ada yang perlu dibakar kemenyan setiap waktu tertentu, dan ada yang tidak mengenakan syarat apa-apa, atau dengan melaksanakan ritual tertentu.
weblinkcenter sedang offline  

Jumat, 21 Januari 2011

adat istiadat khas banyumasan


Temanten Tebu

Prakata

Upacara Temanten Tebu kuwe upacara adat/tradisi sing dianakna pas mangsan giling tebu, biasane sekitar wulan Mei saben taun. Ana kepercayaan nang masyarakat, konon angger tradisi kiye ora dianakna bakal ana musibah, misale mesin giling tebu dadi bodol. Upacara kiye umum dianakna masyarakat nang sekitar pabrik-pabrik gula nang pulau Jawa.

[sunting] Sejarah

Tradisi temanten tebu kiye, konon pertama dianakna nang Pabrik Gula Rendeng Kudus, kuwe kitar taun 1840. Jaman kuwe sing dadi pengelolane ialah Meneer Been Musch. Meneer Landa kiye nganakna upacara kiye kanggo ngeredam amarah wong Jawa sing umume mung didadekna pekerja kasar nang pabrik-pabrik gula kuwe.

[sunting] Arak-Arakan

Prosesi arak-arakan manten dimolai sekang enggon penimbangan tebu, pasangan manten utama dikawal limang pasangan manten liyane sing digawa sinder-sinder. Sinder kuwe jabatan nang ngisor mandor nang perkebunan tebu. Arak-arakan kiye diiring musik tradisional, terus manten karo pengiringe diarak ming lokasi pabrik. Nang ngarep lawang utama pabrik, wis disiapna acara penyambutan, pokoke kaya nyambut manten temenan, bar kuwe pasangan manten kuwe diserahna ming pinih sepuh wilayah kuwe terus dilebokna ming mesin giling.
Nang wilayah tinentu nang pulau Jawa acara kiye malah ditambah karo karo pagelaran kesenian liyane contone ludruk, wayang utawa kethoprak.
Wong Jatibarang lan sekitare ngarani acara kiye "Methikan". Mbuh artine apa, sing jelas, acara slametan kiye dienteni masyarakat Jatibarang lan sekitare saben taun. (Mahlas)

adat istiadat khas toraja




Rambu Solo
Rambu Solo adalah pesta atau upacara kedukaan /kematian. Adat istiadat yang telah diwarisi oleh masyarakat Toraja secara turun temurun. Bagi keluarga yang ditinggal wajib membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi.
Setelah melewati serangkaian acara, si mendiang di usung menggunakan Tongkonan (sejenis rumah adat khas Toraja) menuju makam yang berada di tebing-tebing dalam goa. Nama makamnya adalah pekuburan Londa.
Yang unik dari upacara rambu solo adalah pembuatan boneka kayu yang dibuat sangat mirip dengan yang meninggal dan diletakkan di tebing.Uniknya lagi… konon katanya, wajah boneka itu kian hari kian mirip sama yang meninggal

Selasa, 18 Januari 2011

suku banjar

Menurut mitologi suku Maanyan (suku tertua di Kalimantan Selatan), kerajaan pertama adalah Kerajaan Nan Sarunai yang diperkirakan wilayah kekuasaannya terbentang luas mulai dari daerah Tabalong hingga ke daerah Pasir. Keberadaan mitologi Maanyan yang menceritakan tentang masa-masa keemasan Kerajaan Nan Sarunai sebuah kerajaan purba yang dulunya mempersatukan etnis Maanyan di daerah ini dan telah melakukan hubungan dengan pulau Madagaskar. Kerajaan ini mendapat serangan dari Jawa (Majapahit)[4] sehingga sebagian rakyatnya menyingkir ke pedalaman (wilayah suku Lawangan). Salah satu peninggalan arkeologis yang berasal dari zaman ini adalah Candi Agung yang terletak di kota Amuntai. Pada tahun 1996, telah dilakukan pengujian C-14 terhadap sampel arang Candi Agung yang menghasilkan angka tahun dengan kisaran 242-226 SM (Kusmartono dan Widianto, 1998:19-20).
Menilik dari angka tahun dimaksud maka Kerajaan Nan Sarunai/Kerajaan Tabalong/Kerajaan Tanjungpuri usianya lebih tua 600 tahun dibandingkan dengan Kerajaan Kutai Martapura di Kalimantan Timur.
Menurut Hikayat Sang Bima, wangsa yang menurunkan raja-raja Banjar adalah Sang Dewa bersaudara dengan wangsa yang menurunkan raja-raja Bima (Sang Bima), raja-raja Dompu (Sang Kula), raja-raja Bali (Darmawangsa), raja-raja Gowa (Sang Arjuna) yang merupakan lima bersaudara putera-putera dari Maharaja Pandu Dewata.
Sesuai Tutur Candi (Hikayat Banjar versi II), di Kalimantan Selatan telah berdiri suatu pemerintahan dari dinasti kerajaan (keraton) yang terus menerus berlanjut hingga daerah ini digabungkan ke dalam Hindia Belanda sejak 11 Juni 1860, yaitu :
  1. Keraton awal disebut Kerajaan Kuripan
  2. Keraton I disebut Kerajaan Negara Dipa
  3. Keraton II disebut Kerajaan Negara Daha
  4. Keraton III disebut Kesultanan Banjar
  5. Keraton IV disebut Kerajaan Martapura/Kayu Tangi
  6. Keraton V disebut Pagustian
Maharaja Sukarama, Raja Negara Daha telah berwasiat agar penggantinya adalah cucunya Raden Samudera, anak dari putrinya Puteri Galuh Intan Sari. Ayah dari Raden Samudera adalah Raden Manteri Jaya, putra dari Raden Begawan, saudara Sukarama. Wasiat tersebut menyebabkan Raden Samudera terancam keselamatannya karena para Pangeran juga berambisi sebagai pengganti Sukarama yaitu Pangeran Bagalung, Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Tumenggung. Sepeninggal Sukarama, Pangeran Mangkubumi putra Sukarama menjadi Raja Negara Daha, selanjutnya digantikan Pangeran Tumenggung yang juga putra Sukarama. Raden Samudera sebagai kandidat raja dalam wasiat Sukarama terancam keselamatannya, tetapi berkat pertolongan Arya Taranggana, mangkubumi kerajaan Daha, ia berhasil lolos ke hilir sungai Barito, kemudian ia dijemput oleh Patih Masih (Kepala Kampung Banjarmasih) dan dijadikan raja Banjarmasih sebagai upaya melepaskan diri dari Kerajaan Negara Daha dengan mendirikan bandar perdagangan sendiri dan tidak mau lagi membayar upeti. Pangeran Tumenggung, raja terakhir Kerajaan Negara Daha akhirnya menyerahkan regalia kerajaan kepada keponakannya Pangeran Samudera, Raja dari Banjarmasih. Setelah mengalami masa peperangan dimana Banjar mendapat bantuan dari daerah pesisir Kalimantan dan Kesultanan Demak. Hasil akhirnya kekuasaan kerajaan beralih kepada Pangeran Samudera yang menjadi menjadi Sultan Banjar yang pertama, sementara Pangeran Tumenggung mundur ke daerah Alay di pedalaman dengan seribu penduduk.
Tomé Pires melaporkan bahwa Tanjompure (Tanjungpura/Sukadana) dan Loue (Lawai) masing-masing kerajaan tersebut dipimpin seorang Patee (Patih). Patih-patih ini tunduk kepada Patee Unus, penguasa Demak. [5]. Kemungkinan besar penguasa Sambas dan Banjarmasin juga telah ditaklukan pada masa pemerintahan Sultan Demak Pati Unus/Pangeran Sabrang Lor (1518-1521) sebelum penyerbuan ke Malaka.

[sunting]

Minggu, 26 Desember 2010

wewegombel...!!!!

BAGI masyarakat yang ada di pedesaan, hantu wewe gombel tidak asing lagi. Dalam budaya Jawa, wewe diistilahkan hantu yang mirip manusia, sangat mengerikan dengan taring, baju compang-camping dan rambut serta kuku panjang tidak terawat. Biasanya wewe gombel (gombel istilah dari baju yang sangat jelek), melakukan aksinya pada saat menjelang Maghrib. Orang yang diculik wewe gombel tidak tahu, karena wewe gombel merubah dirinya menjadi saudara atau kakak, adik, orang tua dan siapa saja yang dikenal si korban.
Wewe gombel akan mengajak korban jalan-jalan, kemudian ditempatkan di tempat tinggalnya, bisa di selokan, pinggir sungai, makam, pohon-pohon yang rimbun dan sebagainya. Wewe gombel di tahun 1980 sangat melekat di benak penduduk Gesing Purworejo Jawa Tengah, banyak sudah korban-korban penculikan. Menjelang sore hari, warga Gesing khususnya anak-anak dilarang keluar dari rumah, guna menghindari penculikan wewe gombel.
Penulis mencoba mengungkap kembali apa yang terjadi di tahun itu, kebetulan penulis ikut membantu mencari seorang anak bernama Mulyani yang diculik wewe gombel. Pada waktu itu sekitar pukul 21.00, seoarang anak hilang. Biasanya anak yang benama Mulyani ini, sore menjelang malam sudah bekumpul bersama keluarga, tetapi saat itu tidak ada. Akhirnya keluarga korban melapor pada RT setempat, menurut orang pintar yang ada di desa itu, Mulyani dibawa sejenis roh jahat yaitu wewe.
Atas petunjuk orang pintar tersebut, diadakan pencarian, pada waktu itu penulis ikut pula membantu bersama warga, mencari keberadaan Mulyani. Syarat mencari orang yang diculik wewe adalah dengan cara membawa peralatan dapur, bisa wajan, ember, piring, gelas, mangkok dan lain-lainnya. Peralatan itu dipukul seiring dalam pencarian korban. Memang suasana menjadi ramai, akan tetapi suara itu juga menimbulkan rasa merinding, karena korban bersama hantu wewe. Menurut ceritera, wewe sangat takut mendengar bunyi-bunyian dari peralatan dapur, kemudian wewe akan lari menjauh dari suara itu. Tentunya harapan penduduk, dengan perginya wewe, korban akan ditinggalkan.
Setelah sekian lama mencari, Mulyani ditemukan di atas pohon beringin yang sangat rimbun. Kondisi korban tidak bisa berbicara, baju yang dipakai sudah diganti dengan kain yang sangat kumal, rumput kering menempel di sekujur badannya.
Setelah Mulyani diberi minum, barulah dapat berbicara. Dia berceritera bahwa pada waktu mandi didatangi ibunya untuk diajak jalan-jalan, mengunjungi tempat-tempat yang ramai, setelah itu tidak ingat lagi. Tentunya penduduk Gesing sudah tidak asing lagi dengan kejadian seperti ini, karena hantu wewe melakukan penculikan dengan cara yang sama, membawa korban, merubah dirinya menjadi saudara, kemudian membuat korban tidak sadar atau linglung. Untuk itu diperlukan kewaspadaan dalam menjaga anak, di antaranya melarang anak main pada saat menjelang senja, mandi sendiri di luar rumah, ke tempat-tempat yang tidak lazim, misal pantai, sungai, tempat sampah dan sebagainya.